Farmakoterapi obesitas

Gejala hipoglikemia dapat berupa: Jika tetap digunakan maka lakukan monitoring dengan ketat. Semua obat ini, kecuali phentermine, telah disetujui untuk pengobatan jangka panjang di atas 12 minggu.

Atherosklerosis Ketidaknormalan kadar lemak dalam darah dapat menimbulkan masalah- masalah lain dalam jangka panjang, salah satunya yaitu resiko aterosklerosis penumpukan lemak pada pembuluh darah yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah dan penyakit ateri koroner atau penyakit ateri karotis meningkat pada orang yang memiliki kadar kolesterol total yang tinggi.

Muntah dan peningkatan berat badan farmakoterapi obesitas salah satu reaksi merugikan lain dalam terapi insulin. Penilaian terhadap hemoglobin A1c dapat membantu melihat hasi terapi dari hipoglikemi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang sedang mengalami penurunan berat badan.

Karger AG, ; Patofisiologi Obesitas 2 2. Farmakoterapi belum direkomendasikan untuk terapi obesitas pada anak, karena efek jangka panjang yang masih belum jelas. Farmakoterapi dikelompokkan menjadi 3, yaitu: Selain itu komplikasi yang terjadi pada penderita obesitas dapat menyebabkan keabnormalitasan dalam tubuh, masalah-masalah tersebut berupa: Pada kondisi DM tipe 1 yang disertai penyakit akut, ketoasidosis atau keadaan resistensi insulin relatif membutuhkan dosis insulin yang lebih tinggi.

Efek samping lain yang kurang umum adalah ruam, anemia hemolitik, gangguan pencernaan, dan kolstasis. Guideline mengenai terapi obesitas telah dibuat oleh komite nasional jantung, paru-paru, dan darah.

Penatalaksanaan Obesitas

Selain itu juga adanya bukti kuat peningkatan resiko efek samping neurologis seperti kejang, depresi, ansietas, agresiveness, dan kecenderungan bunuh diri pada pengguna rimonabant Dipiro et al. Monosit ditransformasi menjadi makrofag menghasilkan akumulasi sel busa.

Evaluasi Hasil Terapi Obesitas Penilaian perkembangan pasien seharusnya di dokumentasikan pada rekam medis kali sebulan, dilajutkan dengan dokumentasi tiap bulan. Lisinopril adalah antihipertensi golongan ACE Inhibitor yang dapat digunakan sebagai monoterapi dalam hipertensi tahap 1.

FARMAKOTERAPI OBESITAS

LDL yang teroksidasi menimbulkan respon inflamasi yang dimediasi oleh sitokin Dipiro, et al. Dosis pemeliharan mg per hari. Pola makan yang baik sangat direkomendasikan.

Terapi obesitas seharusnya mempertimbangkan kombinasi antara pola makan, olahraga, dan modifikasi gaya hidup. Plan Tujuan terapi yang ingin dicapai dalam pengobatan adalah penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida dengan harapan berat badan juga menurun, meningkatkan kadar HDL, menormalkan kadar gula darah dan tekanan darah.

Metformin harus dimasukan dalam terapi pilihan pertama pasien DM tipe 2, kecuali jika kontraindikasi. Pemeriksaan dua kali, 1 sampai 8 minggu secara terpisah. Karena bekerja pada susunan saraf pusat, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan dan bisa disalahgunakan.

McGraw-Hill Education; Refaglinide terutama dimetabolisme oleh CYP3A4 membentuk metabolit aktif yang diekskresikan melalui empedu. Bila obesitas tidak berkurang dengan terapi non farmakologi maka perlu ditambahkan terapi obat.

Terapi Farmakologi untuk Obesitas

Phentermine juga memicu pelepasan norepinefrin dan epinefrin di jaringan perifer, yang meningkatkan lipolisis dan pengeluaran energi basal. Namun, selain itu pasien juga harus diberikan pengertian mengenai kemungkinan yang akan terjadi jika terapi gagal untuk mengantisipasi terjadinya depresi pada pasien Dipiro et al.

Pada pasien diabetes yang menggunakan pengobatan penurunan berat badan harus dilakukan monitoring yang intens terhadap kadar gula darah. Diet makanan untuk menurunkan berat badan dengan tujuan kehilangan 0. Glyburide dosis tidak dicantumkan digunakan untuk terapi diabetes pasien.Obesitas atau kegemukan terjadi pada saat badan menjadi gemuk (obese) yang disebabkan penumpukan adipose (adipocytes: jaringan lemak khusus yang disimpan tubuh) secara berlebihan.

American College of Cardiology mengindikasikan farmakoterapi hanya pada pasien dewasa yang obesitas (BMI ≥ 30 kg/m2) atau berat badan berlebih (BMI ≥ 27 kg/m2) dengan komorbiditas seperti hipertensi, dislipidemia, dan DM tipe 2.

Farmakoterapi Gangguan Sistem Pencernaan dan Gangguan Nutrisi serta Obesitas Farmakoterapi Gangguan Endokrin Farmakoterapi Terapi Infeksi Gofarana Wilar.

Riwayat keluarga (yaitu adanya orang tua atau saudara kandung yang mengidap DM) Obesitas (memiliki berat badan lebih dari 20% berat badan ideal, atau memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25 Kg/m2).

Metformin Sebagai Farmakoterapi Obesitas. Sejak lama telah diketahui bahwa metformin sebagai golongan biguanide mempunyai efek menghambat produksi glukosa dihati, menurunkan absorbsi disaluran cerna dan meningkatkan sensitivitas insulin, Penelitian terbaik metformin pada pasien obesitas adalah penelitian.

Diabetes Prevention Program (DPP) yang menilai efek metformin.

Secara umum farmakoterapi untuk obesitas dikelompokkan menjadi tiga, yaitu penekan nafsu makan misalnya sibutramin, penghambat absorbsi zat-zat gizi misalnya orlistat, dan kelompok lain.

Farmakoterapi obesitas
Rated 3/5 based on 14 review