Jurnal pengaruh obesitas pada remaja

Jones and Bartlett Publisher; Apabila hal ini terjadi akan timbul berbagai masalah, diantaranya Timbunan lemak pada area abdomen yang emnyebabkan tekanan pada otot-otot diagfragma meningkat sehingga menggagu jalan nafasBB yang berlebihan menyebabkan aktifitas yang terganggu sehingga mobilitas gerak terbatasi dan timbul perasaan tidak nyaman, obat-obatan golongan steroid yang memicu nafsu makan tidak terkontrol mengakibatkan perubahan nutrisi yang berlebih, dan krisis kepercayaan diri karena timbunan lemak pada tubuh telah mengubah bentuk badannya.

Dengan Rumus: Timbulnya obesitas lebih ditentukan oleh terlalu banyaknya makan, terlalu sedikitnya aktivitas atau laihan fisik maupun keduanya. Ayu R, Sartika D. B Saunders. Obesitas juga bisa difaktori oleh faktor genetik.

Dari hasil tersebut ada kecenderungan bahwa remaja SMA Batik I Surakarta yang sering mengkonsumsi fast food memiliki berat badan yang berlebih overweight Terdapat peningkatan kadar low-density lipoprotein cholesterol jahatpenurunan kadar high-density lipoprotein cholesterol baik dan peningkatan kadar trigliserida.

Wirakusumah ES. This type of research is an analytic study with cross sectional design. Health Development Agency 1 st Edition, Oktober The Aetiology of Childhood Obesity: Sampel pada penelitian ini adalah siswi di SMA negeri 1 kulisusu, penarikan sampel dilakukan secara proporsional random sampling, analisis data menggunakan uji statistik chi square.

Lestari D. The purpose of this research was to determine the relationship of junk food consumption and physical activity with obesity of adolescents in Banda Aceh. The results showed that, from respondents obtained 33 respondents Keadaan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Padahal para remaja, khususnya remaja putri, adalah calon ibu ke depannya. Morbid obesity memperberat beban pada sendi-sendi. Ketika seseorang memasuki masa usia lanjut, hormon-hormon tubuh secara otomatis melepas dan berkurang sehingga keinginan atau perubahan terhadap pola makan akan semakin meningkat.

Kondisi hormonal pada usia remaja menyebabkan aktifitas fisiknya makin meningkat sehingga kebutuhan energi juga meningkat. Terdapat kecenderungan bahwa konsumsi fast food telah menjadi makanan utama tanpa divariasikan dengan makanan lain, sehingga dikhawatirkan kebiasaan ini mengganggu kesehatan Int J Obes.

Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru — paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan.

Mahdiah, Hadi H, Susetyowati.

PENGARUH SOSIAL MEDIA TERHADAP REMAJA

Perubahan ini berpengaruh terhadap kebutuhan gizinya. Diet tinggi serat telah mendapat perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir disebabkan karena hubungannya dengan peningkatan insiden hipertensi, diabetes, obesitas, penyakit jantung dan kanker usus.

Obesitas merupakan masalah gizi yang paling utama. Obesitas menyebabkan saluran napas yang menyempit yang selanjutnya menyebabkan henti napas sesaat sewaktu tidur dan mendengkur berat.

Arikunto, Suharsismi.wa secara nasional prevalensi gemuk pada remaja umur tahun di Indonesia sebesar 10,8%, terdiri dari 8,3% gemuk dan 2,5% sangat gemuk. Hasil riset kesehatan dasar memperlihatkan peningkatan preva-lensi obesitas pada remaja di Indonesia dari 1,4% menjadi 7,3% Menurut data hasil Riskesdas di Sulawesi Se-Author: Anto Anto, Sumardi Sudarman, Erni Yetti R, Saskiyanto Manggabarani.

Jurnal Keperawatan dan Kebidanan

Kualitas diet rendah pada remaja non obesitas digambarkan dengan rendahnya asupan serat dan mikronutrien, tingginya asupan lemak jenuh dan adanya ketidakseimbangan proporsi makronutrien dan asam lemak, sementara pada remaja obesitas ditambah dengan tingginya asupan energi, karbohidrat, lemak, kolestrol, dan makanan rendah zat justgohostelbraga.com: Garnis Retnaningrum, Fillah Fithra Dieny.

6/13/ · Jurnal Pengaruh pendidikan kesehatan melalui short message service (sms) dan booklet tentang obesitas pada remaja overweight dan obesitas Abstract: Adolescent is an important period to be considered because it is a transition period between children and adult. Nutrition problem in an adolescent is while the decline of physical activity, teenage generally have a big5/5(1).

Pengaruh pendidikan kesehatan melalui short message service (sms) dan booklet tentang obesitas pada remaja overweight dan obesitas. Article Jurnal Gizi Klinik Indonesia, V ol. 12, No. 1. Remaja yang mengalami obesitas, kelak pada masa dewasa cenderung obesitas. Hal ini telah dibuktikan bahwa insiden obesitas pada periode transisi antara remaja dan dewasa muda dalam kurun waktu lima tahun meningkat, yaitu dari 10,9% menjadi 22,1% dan 4,3% di antaranya mempunyai IMT Insiden tertinggi terjadi pada non Hispanik yang berkulit hitam 9.

Ternyata ASI juga dapat mencegah obesitas pada anak. Pengaruh ASI dan susu formula terhadap berat badan, pemberian ASI dapat menurunkan kemungkinan anak mengalami obesitas di kelak kemudian hari. Pravalensi obesitas pada remaja 26,1% diantara anak dengan hubungan awal ibu anak paling buruk menurut penelitian.

Jurnal pengaruh obesitas pada remaja
Rated 3/5 based on 93 review